Bawaslu Kulon Progo Gelar Goes to School di SMA N 1 Pengasih
|
KULON PROGO – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kulon Progo kembali menggelar edukasi politik dan demokrasi bagi pemilih pemula melalui program Bawaslu Goes to School. Kegiatan yang merupakan agenda ketujuh dalam rangkaian program Bawaslu tahun 2026 ini sukses diselenggarakan di ruang Hastinapura, SMA Negeri 1 Pengasih, Rabu (7/10). Kegiatan edukasi ini diselenggarakan dalam dua sesi pemaparan dengan masing-masing sesi diikuti oleh 108 siswa kelas XI. Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, acara diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bawaslu Kabupaten Kulon Progo dengan SMA Negeri 1 Pengasih.
Kepala SMA Negeri 1 Pengasih, Erna Kurnia Wati, menyambut baik inisiatif Bawaslu menjadikan sekolahnya sebagai sasaran edukasi politik dan kepemiluan bagi para siswanya. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bawaslu Kabupaten Kulon Progo yang telah berkenan memilih SMA Negeri 1 Pengasih untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi ini. Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan wawasan kepada anak-anak kami terkait dengan pendidikan politik. Kami berharap kerja sama ini akan terus terjalin seterusnya, bukan hanya di tahun ini saja, tetapi bisa berlanjut di tahun-tahun mendatang," ungkap Erna dalam sambutannya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Kulon Progo, Marwanto, menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai demokrasi dan integritas kepada pelajar. Menurutnya, pemahaman mengenai kompetisi dan partisipasi sangat dekat dengan dinamika anak muda. "Kegiatan Bawaslu Goes to School ini merupakan salah satu program kami di bidang pengawasan partisipatif. Kami menyasar anak-anak muda, khususnya siswa, karena kami yakin sekolah adalah laboratorium strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi dan kepemiluan. Harapannya, sejak dini mereka dipersiapkan agar nanti bisa berpartisipasi menjadi pengawas partisipatif, terutama untuk Pemilu di 2029 mendatang," jelas Marwanto.
Memasuki acara inti, para siswa dibekali materi kepemiluan langsung dari anggota Bawaslu Kabupaten Kulon Progo. Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh Muh. Isnaini selaku Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H), sementara sesi kedua diisi oleh Djoko Dwiyogo Soeryopoetro selaku Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa. Di setiap akhir sesi penyampaian materi, panitia membuka sesi tanya jawab yang dilanjutkan dengan kuis. Melalui program kerja sama dan edukasi ini, diharapkan para pelajar di Kulon Progo mampu menjadi agen penggerak demokrasi dan pengawas partisipatif yang menjunjung tinggi integritas dalam pemilu mendatang.
Penulis: Taufiq