Bawaslu Kulon Progo Terima Audiensi IMM, Siap Kolaborasi Sekolah Politik
|
Kulon Progo – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Kulon Progo menerima audiensi dari Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kulon Progo pada Selasa, 21 Januari 2026, bertempat di Kantor Bawaslu Kabupaten Kulon Progo. Audiensi tersebut dilaksanakan dalam rangka silaturahmi sekaligus penyampaian rencana program kerja IMM Kulon Progo, yakni penyelenggaraan Sekolah Politik yang bertujuan untuk memberikan edukasi politik serta mencetak kader-kader politik yang berintegritas dan berwawasan demokrasi. Dalam audiensi tersebut, IMM Kulon Progo menyampaikan maksud untuk berkolaborasi dengan Bawaslu Kabupaten Kulon Progo, khususnya dengan melibatkan Bawaslu sebagai narasumber dalam kegiatan Sekolah Politik. Adapun tema yang ditawarkan kepada Bawaslu adalah advokasi politik digital dan jurnalistik.
Perwakilan Pimpinan Cabang IMM Kulon Progo, Adam, menyampaikan harapannya agar Bawaslu dapat berkontribusi aktif dalam kegiatan tersebut. “Kami berharap Bawaslu Kabupaten Kulon Progo dapat berpartisipasi dan berkontribusi sebagai narasumber dalam kegiatan Sekolah Politik yang akan kami selenggarakan,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Kulon Progo, Marwanto, menyatakan kesiapan Bawaslu untuk terlibat dalam kegiatan Sekolah Politik IMM. Menurutnya, partisipasi tersebut sejalan dengan tugas dan fungsi Bawaslu dalam memberikan edukasi politik kepada masyarakat. “Bawaslu siap berpartisipasi sebagai narasumber karena edukasi politik kepada masyarakat merupakan bagian dari tugas Bawaslu,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Kulon Progo, Muh Isnaini, menyampaikan bahwa Bawaslu memiliki program partisipasi masyarakat yang relevan dan sejalan dengan kegiatan Sekolah Politik yang diinisiasi oleh IMM. “Program partisipasi masyarakat yang dimiliki Bawaslu sangat sejalan dengan Sekolah Politik IMM, sehingga kolaborasi ini menjadi langkah yang positif,” ungkapnya. Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Kulon Progo, Djoko Dwiyogo, menyampaikan bahwa selama tahapan Pemilu di Kulon Progo tidak ditemukan pelanggaran. Menurutnya, kondisi tersebut dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang. “Tidak adanya pelanggaran pada tahapan Pemilu di Kulon Progo dapat dimaknai dari beberapa hal, bisa jadi masyarakat belum mau melapor atau justru upaya pencegahan yang dilakukan Bawaslu berjalan dengan baik. Oleh karena itu, proses pendidikan politik seperti ini sangat penting agar masyarakat mau ikut mengawasi jalannya Pemilu dan berani melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran,” jelasnya.
Kegiatan audiensi tersebut tidak hanya menjadi forum penyampaian rencana kerja dan koordinasi kelembagaan, namun juga dilanjutkan dengan diskusi mengenai berbagai isu kepemiluan yang berkembang, khususnya terkait tantangan dan strategi pengawasan Pemilu di era digital. Dalam diskusi tersebut, Bawaslu Kabupaten Kulon Progo menekankan pentingnya pengawasan partisipatif, terutama di kalangan mahasiswa, sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas demokrasi. Mahasiswa dinilai memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu mendorong kesadaran kritis masyarakat terhadap proses demokrasi dan penyelenggaraan Pemilu yang jujur dan adil. Melalui audiensi dan diskusi ini, diharapkan terbangun sinergi yang berkelanjutan antara Bawaslu Kabupaten Kulon Progo dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kulon Progo dalam rangka peningkatan pengawasan partisipatif di kalangan mahasiswa, sehingga mampu mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam mengawasi jalannya Pemilu dan melaporkan setiap potensi dugaan pelanggaran.
Penulis:Ridho