Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kulon Progo Perkuat Peran Pemilih Pemula Lewat Konsolidasi Demokrasi Bersama Balai Pendidikan Menengah

Dokumentasi

Anggota Bawaslu (Paling Kanan) Muh Isnaini sedang menyampaikan tujuan dari Kegiatan Bawaslu Goes to School. (Kamis,12/02/2026)DokumentasiHumasBawasluKulonProgo

Kulon Progo — Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Kulon Progo terus memperkuat upaya pendidikan pengawasan partisipatif bagi generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Balai Pendidikan Menengah (Balai Dikmen) Kabupaten Kulon Progo dengan tema Peran Pemilih Pemula dalam Mengawal Proses Pemilu dan Pemilihan, yang digelar pada Kamis (12/2/2026) di Kantor Balai Dikmen Kulon Progo.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Bawaslu Kulon Progo Muh. Isnanini menyampaikan bahwa Bawaslu memiliki komitmen kuat dalam membangun kesadaran demokrasi sejak dini, khususnya bagi pemilih pemula. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif yang selama ini menyasar generasi muda. “Bawaslu memiliki program pendidikan pengawas partisipatif dengan sasaran generasi muda atau pemilih pemula. Program ini sudah berjalan beberapa tahun dan akan terus diperkuat,” ujarnya. 

Ia menambahkan, dalam waktu dekat Bawaslu Kulon Progo juga akan kembali menjalankan program Bawaslu Goes to School. Program ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepemiluan secara langsung kepada pelajar, sekaligus mendorong mereka berpartisipasi aktif dalam mengawal proses pemilu dan pemilihan. “Melalui Bawaslu Goes to School, kami ingin siswa tidak hanya paham tentang pemilu, tetapi juga berani berpartisipasi dan tidak takut melaporkan dugaan pelanggaran,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Subbagian Pengawasan Pemilu dan Humas Bawaslu Kulon Progo Ade Irfan Santosa menyampaikan bahwa nantinya pelaksanaan kegiatan ini diharapkan tidak hanya sekedar seremonial dan formalitas namun juga ada output yang konkrit dalam kegiatan ini. “Salah satu Output dari Bawaslu Goes to School nantinya adalah siswa membuat konten pencegahan. Bagi kami, konten tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mencegah terjadinya pelanggaran pemilu, konten tersebut juga sekaligus bisa dijadikan penilaian untuk mata pelajaran di sekolah” jelasnya. 

Ia berharap setelah bulan Ramadhan, program ini sudah dapat mulai dilaksanakan. Selain MGMP, Bawaslu Kulon Progo juga membuka peluang kolaborasi dengan Forum Komunikasi Pengurus OSIS (FKPO) Kabupaten Kulon Progo sebagai wadah pengembangan kreativitas dan partisipasi pelajar.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Balai Dikmen Kulon Progo menyampaikan dukungan penuh terhadap program Bawaslu Goes to School. Namun demikian, untuk pelaksanaan teknis di sekolah, perlu melibatkan pihak sekolah secara langsung. “Pada prinsipnya kami mendukung penuh program Bawaslu. Untuk teknis di sekolah, tentu harus melibatkan sekolah agar dapat dibahas dan disepakati bersama,” ungkapnya. Balai Dikmen juga menyatakan siap memfasilitasi pertemuan antara Bawaslu Kulon Progo dengan MGMP. 

Melalui konsolidasi ini, Bawaslu Kulon Progo berharap sinergi dengan Balai Dikmen dapat memperluas jangkauan pendidikan pengawasan partisipatif di kalangan pelajar. Dengan meningkatnya literasi demokrasi pemilih pemula, diharapkan kualitas partisipasi masyarakat dalam mengawal pemilu dan pemilihan ke depan juga semakin baik.