Lompat ke isi utama

Berita

Lakukan Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Kulon Progo Temui Cak Masykur Bahas Penguatan Pengawasan Partisipatif

Dokumentasi

Kegiatan Konsolidasi Demokrasi Ketua Bawaslu dengan Cak Masykur Bahas Penguatan Pengawasan Partisipatif. (Senin,16/02/2026)DokumentasiHumasBawasluKulonProgo

Kulon Progo – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kulon Progo, Marwanto, menyambangi kediaman pegiat pemilu sekaligus Direktur Akademi Pemilu dan Demokrasi (APD), Masykurudin Hafidz, atau yang akrab disapa Cak Masykur, pada Senin (16/2/2026). Pertemuan yang berlangsung di rumah Cak Masykur ini merupakan agenda diskusi strategis guna mengidentifikasi dan memetakan isu-isu demokrasi dan kepemiluan aktual.

Marwanto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas Instruksi Ketua Bawaslu RI Nomor 2 Tahun 2026 tentang Tugas Konsolidasi Demokrasi dalam Memperkuat Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Luar Tahapan. Dalam diskusi ini dibahas secara mendalam mengenai upaya peningkatan kapasitas pengawas partisipatif yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu dan pemilihan mendatang.

Merespons diskusi tersebut, Cak Masykur, mengusulkan langkah konkret dengan menawarkan konsep kolaborasi yang menyasar elemen strategis, yakni mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Komunitas Pengawas Partisipatif Kulon Progo (KompasKu). "Kami siap berkolaborasi dengan Bawaslu melaksanakan kegiatan untuk diskusi tematik dengan mahasiswa KKN dan sekaligus pelatihan penulisan AI. Nanti hasil tulisannya akan dimuat di media Surau.co dan dilombakan dengan tema besar demokrasi," tegas Cak Masykur saat mengusulkan gagasan tersebut.

Melalui usulan pelatihan kepenulisan berbasis Artificial Intelligence (AI) ini, para pengawas partisipatif diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman pengawasan yang baik, tetapi juga mampu memproduksi narasi-narasi edukatif yang berkualitas untuk publik. Kemampuan ini menjadi salah satu strategi kunci dalam membekali pengawas partisipatif dengan keterampilan teknis yang relevan terhadap tantangan zaman, sehingga pengawasan pemilu ke depan dapat berlangsung lebih inklusif dan adaptif mengikuti perkembangan teknologi informasi.

 

Penulis TTR