Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Goes to School Sambangi SMAN 1 Kokap, Dorong Pelajar Jadi Pengawas Partisipatif

Anggota Bawaslu Kulon Progo, Djoko Dwiyogo Soeryopoetro, sedang melakukan tanya jawab dengan siswa SMA N 1 Kokap

Anggota Bawaslu Kulon Progo, Djoko Dwiyogo Soeryopoetro, sedang melakukan tanya jawab dengan siswa SMA N 1 Kokap

Kulon Progo – Upaya penguatan pendidikan demokrasi dan pengawasan pemilu di kalangan pelajar terus dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kulon Progo melalui program “Bawaslu Goes to School”. Memasuki pelaksanaan kedua, kegiatan kali ini digelar di SMA Negeri 1 Kokap pada Selasa (19/5/2026), dengan menghadirkan pendekatan kolaboratif antara sekolah, pengawas pemilu, dan komunitas pengawas partisipatif.

Senada dengan pelaksanaan sebelumnya di SMA N 1 Lendah, kegiatan di SMA Negeri 1 Kokap diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah. Penandatanganan tersebut menjadi simbol sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga pengawas pemilu dalam membangun kesadaran politik generasi muda sejak dini.

Kepala SMA Negeri 1 Kokap, Endah Triningsih, menyampaikan apresiasinya terhadap program yang diinisiasi Bawaslu Kulon Progo. Menurutnya, pendidikan demokrasi tidak cukup hanya dipahami melalui teori di ruang kelas, namun juga perlu diperkuat melalui pengalaman, dialog, dan pemahaman langsung mengenai pentingnya pengawasan pemilu yang berintegritas.

Kegiatan sosialisasi kemudian dilaksanakan secara paralel di dua kelas dalam waktu bersamaan dengan menghadirkan materi dari Anggota Bawaslu Kabupaten Kulon Progo, Muh Isnaini dan Djoko Dwiyogo Soeryopoetro. Dalam pemaparannya, siswa diajak memahami pentingnya peran pemilih pemula dalam menjaga kualitas demokrasi, termasuk mengenali potensi pelanggaran seperti politik uang, hoaks, ujaran kebencian, dan politisasi sara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Donald Kartika Setiawan atau yang akrab disapa Pak Deka. Ia menekankan pentingnya pendidikan pengawasan pemilu bagi generasi muda agar mampu menjadi warga negara yang kritis dan berintegritas. “Anak-anak dapat memeroleh pengalaman baru, membuka cakrawala dalam berkewarganegaraan di negara kita, dapat tercerahkan pengawasan pemilu yang jujur dan adil. Harapannya mereka dapat berpartisipasi dalam pemilu dan tidak melakukan kecurangan,” ungkap Deka yang merupakan Wakasek Bidang Kurikulum tersebut.

Suasana kegiatan juga dibuat lebih interaktif melalui sesi ice breaking yang dipandu oleh Komunitas Pengawas Partisipatif Kulon Progo (Kompas.Ku). Kehadiran Kompas.Ku memberikan pendekatan yang lebih dekat dengan pelajar, sekaligus menjadi bentuk nyata pelibatan kader pengawas partisipatif dalam pendidikan demokrasi di lingkungan masyarakat.

Melalui program “Bawaslu Goes to School”, Bawaslu Kulon Progo berharap sekolah tidak hanya menjadi ruang pendidikan akademik, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya budaya demokrasi yang sehat, kritis, dan partisipatif. Program ini direncanakan terus berlanjut ke berbagai Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Kulon Progo sepanjang tahun 2026.

Penulis    : Rachmat

Foto         : Safri