Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kulon Progo Awali Program Bawaslu Goes to School di SMA Negeri 1 Galur, Ajak Pemilih Pemula Aktif Awasi Demokrasi

Anggota Bawaslu Kulon Progo, Muh Isnaini, sedang menyampaikan materi terkait pengawasan pemilu dihadapan ratusan siswa SMA N 1 Galur

Anggota Bawaslu Kulon Progo, Muh Isnaini, sedang menyampaikan materi terkait pengawasan pemilu dihadapan ratusan siswa SMA N 1 Galur

Kulon Progo – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kulon Progo resmi memulai rangkaian program edukasi demokrasi dan sosialisasi pengawasan partisipatif bagi pemilih pemula bertajuk “Bawaslu Goes to School” pada Rabu (13/5/2026). Bertempat di Aula SMA Negeri 1 Galur, kegiatan perdana ini dilaksanakan melalui format stadium general yang dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh 141 siswa kelas XI dengan materi dari Anggota Bawaslu Kulon Progo, Muh Isnaini, sementara sesi kedua diikuti oleh 140 siswa kelas X yang dipandu oleh Anggota Bawaslu Kulon Progo, Djoko Dwiyogo Soeryopoetro.

Kepala SMA Negeri 1 Galur, Tentrem Lestari, dalam sambutannya menyatakan, “Kehadiran jajaran Bawaslu hari ini merupakan kesempatan berharga untuk memberikan bekal nyata bagi para siswa, terutama sebagai kelanjutan dari praktik demokrasi yang telah kita lakukan melalui Pemilos sebelumnya. Mengingat banyak dari teman-teman yang saat ini sudah beranjak usia 17 tahun, saya berharap kalian bisa belajar dengan serius dan fokus. Kesempatan ini tidak hanya teori seperti di mata pelajaran, sehingga harapannya melalui materi ini siswa SMAN 1 Galur bisa memiliki informasi dan pelajaran yang lebih baik untuk masa depan.”

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Kulon Progo, Marwanto, menekankan pentingnya peran aktif siswa dalam menjaga integritas pemilu. “Setelah sebelumnya melakukan praktik demokrasi melalui Pemilos, teman-teman akan menghadapi praktik sesungguhnya pada Pemilu 2029 mendatang sebagai pemilih. Pengawasan pemilu sangat krusial untuk mencegah terjadinya kecurangan, namun karena adanya keterbatasan personel di lapangan, kami sangat membutuhkan peran aktif kalian sebagai pengawas partisipatif. SMAN 1 Galur terpilih sebagai sekolah pertama dalam rangkaian kegiatan ini, dengan harapan di masa depan kalian tidak hanya menjadi pemilih, namun juga siap berkontribusi sebagai penyelenggara pemilu,” tegasnya.

Dalam sesi pemaparan materi, Muh Isnaini dan Djoko Dwiyogo Soeryopoetro secara umum membekali siswa dengan pemahaman konsep demokrasi serta berbagai potensi kerawanan seperti politik uang, politisasi SARA, hingga penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Mengingat peran strategis pemilih pemula, kedua pemateri sangat menekankan pentingnya pengawasan partisipatif untuk menjaga kualitas demokrasi. Siswa diajak untuk tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga aktif mengawasi proses pemilu, berani menolak segala bentuk pelanggaran, serta segera melaporkan dugaan kecurangan kepada jajaran pengawas.

Kegiatan yang diwarnai diskusi interaktif antara siswa, guru, dan pemateri ini turut menggandeng Komunitas Pengawas Partisipatif Kulon Progo (KompasKu), yang beranggotakan alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) dan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). Keterlibatan KompasKu menjadi wujud nyata implementasi penguatan tindak lanjut Pendidikan Pengawas Partisipatif, yakni melalui konsolidasi dan pelibatan langsung kader dalam mengedukasi masyarakat. Kedepannya, program “Bawaslu Goes to School” ini diagendakan untuk terus menyambangi sekolah-sekolah menengah lainnya di wilayah Kabupaten Kulon Progo hingga Desember 2026 mendatang.

Penulis   : Taufiq

Foto       : Satria