Evaluasi P2P DIY, Bawaslu Kulon Progo Siap Sinergikan Alumni Kawal Pemilu 2029
|
YOGYAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kulon Progo turut serta dalam Rapat Koordinasi Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 pada Senin, 24 Agustus 2026. Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Rapat Abipraya Bawaslu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini dihadiri oleh jajaran Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (Kordiv P2H/HP2H) se-DIY, jajaran sekretariat, beserta perwakilan alumni P2P dari masing-masing kabupaten/kota. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan P2P yang telah rampung sekaligus mendengarkan presentasi dari masing-masing Bawaslu Kabupaten/Kota mengenai rencana tindak lanjut pasca-pelatihan di wilayah masing-masing.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu DIY, Umi Illiyina, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan apresiasi atas kelancaran program P2P. "Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pendidikan pengawasan partisipatif yang telah selesai dilaksanakan di lima wilayah se-DIY. Bagi kami, komitmen untuk melahirkan para relawan dan pengawas partisipatif di kabupaten/kota merupakan komitmen sejak awal terbentuknya program ini. Kami ingin alumni P2P di DIY bisa berdaya, baik di tingkat daerah, provinsi, maupun nasional," ujar Umi.
Dalam rapat tersebut, Koordinator Divisi HP2H Bawaslu Kulon Progo, Muh Isnaini, mempresentasikan hasil evaluasi pelaksanaan P2P di wilayahnya sesuai dengan struktur capaian yang telah ditetapkan. Pemaparan tersebut mencakup profil pelaksanaan, capaian peserta, cerita praktik baik alumni, hingga peta status alumni yang terbagi dalam kategori terbentuk, berfungsi, dan bergerak. Presentasi ini juga menyoroti strategi konkret menuju ekosistem pengawasan partisipatif pada Pemilu 2029, di mana Muh Isnaini menegaskan komitmen lembaganya dalam merangkul para kader pengawas partisipatif sebagai agen penggerak di masyarakat. "Kami di Bawaslu Kulon Progo terus berkomitmen untuk membina dan memberdayakan teman-teman alumni P2P. Sinergi dengan alumni, baik yang berlatar belakang pelajar, mahasiswa, maupun elemen masyarakat lainnya, adalah kunci kekuatan pengawasan partisipatif kita di Kulon Progo ke depannya," tegas Muh Isnaini saat menyampaikan presentasi.
Sebagai rencana tindak lanjut ke depan, rapat ini juga menyepakati pembentukan komunitas alumni P2P di tingkat provinsi, di mana para alumni yang hadir hari ini didapuk sebagai perwakilannya. Komunitas lintas wilayah ini dirancang untuk berkolaborasi dalam wadah Forum Warga Pengawasan Partisipatif. "Alumni P2P ini akan kami bentuk wadahnya yaitu Forum Warga Pengawasan Partisipatif yang nanti programnya adalah Srawung Demokrasi. Ini merupakan ruang dialog bersama untuk membahas persoalan kepemiluan dan potensi pelanggaran dengan melibatkan mitra-mitra strategis, yang insyaallah akan kita launching pada September mendatang," pungkas Umi. Melalui rapat evaluasi ini, diharapkan kolaborasi Bawaslu dengan para alumni P2P tetap progresif dan berkelanjutan demi mengawal iklim demokrasi yang lebih baik di DIY.
Penulis: Taufiq