Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu DIY Buka Giat P2P di Kulon Progo, Ajak Masyarakat Kawal Demokrasi

Dokumentasi

Ketua Bawaslu DIY (Muhammad Najib) Membuka Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif Kulon Progo di Joglo Girli. (Kamis, 09/07/2026)DokumentasiHumasBawasluKulonProgo

KULON PROGO – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi membuka kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) bertempat di Joglo Nggirli, Pengasih, Kulon Progo pada Kamis (9/7/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk memperkuat keterlibatan publik dalam mengawal jalannya demokrasi menjelang Pilkada serentak. Acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu DIY, Drs. Mohammad Najib M.Si, bersama Anggota Bawaslu DIY Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (Parmas dan Humas) Umi Iliyina SH, MH. Hadir pula jajaran tuan rumah, mulai dari Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Kulon Progo, Kepala dan Kepala Subbagian (Kasubag), serta seluruh jajaran sekretariat Bawaslu Kulon Progo.

P2P kali ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai latar belakang yang mencerminkan keberagaman masyarakat. Mulai dari pelajar/siswa sekolah, perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas), tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pegiat komunitas, perwakilan kelompok disabilitas, hingga para ibu rumah tangga yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan pemilu yang bersih. Dalam sambutan dan arahan pembukaannya, Ketua Bawaslu DIY, Mohammad Najib, menyoroti potret partisipasi publik yang dinilai masih belum ideal. Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam pemilu selama ini umumnya masih terbatas pada tingkat kehadiran dan penggunaan hak suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) saja.

"Kesadaran masyarakat untuk turut serta mengawal dan mengawasi setiap tahapan jalannya pemilu secara aktif tergolong masih rendah. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu mengapa angka pelanggaran pemilu di Indonesia masih cenderung tinggi, karena masyarakat sering kali abai dan kurang peduli untuk ikut mengawasi," ujar Najib tegas. Oleh sebab itu, melalui program P2P ini, Bawaslu berkomitmen mendorong dan mengajak keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan pemilu maupun pilkada.

Najib juga memberikan apresiasi khusus atas kehadiran para siswa dalam forum tersebut. Di saat anak-anak muda lain tengah menikmati masa liburan sekolah, para pelajar ini justru memilih hadir dan menunjukkan kepedulian nyata generasi muda terhadap kualitas pemilu. Melalui bekal pendidikan pengawasan ini, Bawaslu berharap para peserta dari berbagai elemen masyarakat dapat menjadi perpanjangan tangan pengawas pemilu demi terciptanya kontestasi yang jujur dan adil di Kulon Progo.
 

Humas Bawaslu Kulon Progo