Ketua Bawaslu Kulon Progo Resmi Menutup P2P, Apresiasi Komitmen Peserta untuk Membentuk Komunitas Pengawas
|
KULON PROGO – Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang digelar di Joglo Nggirli, Pengasih, Kulon Progo resmi ditutup oleh Ketua Bawaslu Kulon Progo, Marwanto, M.Si., pada Kamis sore (9/7/2026). Agenda yang berlangsung produktif selama seharian penuh ini berhasil membekali para peserta dengan wawasan mendalam mengenai pengawasan pemilu.
Sebelum resmi ditutup, kegiatan ini menghadirkan tiga pimpinan Bawaslu DIY sebagai narasumber utama. Umi Illiyina, S.H., M.H. yang memaparkan materi penting terkait pencegahan pelanggaran dan sengketa pemilu. Sementara itu, Sutrisnowati, S.H., M.Psi., M.H. mengupas tuntas dinamika penanganan sengketa pemilu, disusul oleh Bayu Mardinta Kurniawan, S.I.P. yang mengulas mekanisme penanganan pelanggaran pemilu. Tak ketinggalan, jajaran Ketua dan Anggota Bawaslu Kulon Progo turut serta menjadi narasumber guna memberikan penguatan materi lokal.
Dalam sambutan penutupnya, Marwanto memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta. Ia memuji konsistensi mereka yang sejak awal hingga akhir acara tidak hanya serius menyimak paparan, tetapi juga sangat aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. “Giat kali ini melebihi giat kami sebelumnya. Bahkan ketika diselenggarakan di hotel sekalipun, masih kalah produktif daripada giat hari ini. Lalu lintas diskusi berjalan sangat bagus, ada sejumlah problem pengawasan yang berhasil tergali dari aktifnya peserta,” ungkap Marwanto bangga.
Pada sesi penutupan itu juga dibagikan hadiah bagi peserta yang dipandang oleh panitia menjadi ppesera yang aktif dan memberikan kontribusi gagasan selama acara berlangsung. Terpilih tiga peserta teraktif adalah Dien Erna (Iwapi), Fajri (SMA Negeri 2 Wates) dan Sumarno (Komunitas Sastra-Ku).
Rasa syukur juga diungkapkan Marwanto karena jumlah peserta yang hadir memenuhi target ideal, yakni tepat 40 orang. Pencapaian ini menjadi catatan positif tersendiri, mengingat tingkat kehadiran penuh seperti ini belum sepenuhnya terjadi pada penyelenggaraan P2P di wilayah sebelumnya, seperti di Bawaslu Sleman dan Bawaslu Bantul.
Lebih dari itu, Marwanto mengaku bangga atas komitmen tinggi para peserta yang berencana menghidupkan ikatan alumni pelatihan ini dengan membentuk sebuah komunitas pengawasan. Ia menaruh harapan besar agar alumni P2P tahun 2026 ini mampu menjadi motor penggerak pemilu bersih di masyarakat. “Semoga alumni P2P ini menjadi bagian dari individu-individu di Bumi Menoreh yang memiliki idealisme tinggi untuk terus mendorong lahirnya pemilu yang berintegritas dan bermartabat,” pungkasnya menutup acara.
Humas Bawaslu Kulon Progo