Malam Tirakatan Hari Jadi ke-75 Ketua Bawaslu Kulon Progo Berharap Potensi Dapat Dioptimalkan
|
Malam tirakatan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Kulon Progo berlangsung sederhana namun khidmat. Digelar di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Rabu 14 Oktober 2026 mulai pukul 19.00 WIB. Tampak hadir Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan beserta unsur Forkompimda, para pimpinan OPD, panewu, lurah, pimpinan BUMD dan instansi vertikal, termasuk Ketua Bawaslu Kulon Progo.
Dalam sambutannya Bupati Kulon Progo menyampaikan tirakatan bukanlah sekadar kegiatan seremonial. Tirakatan adalah momen perenungan, introspeksi dan doa bersama untuk mengingat perjalanan panjang daerah yang kita cintai ini.
Di samping itu ia menjelaskan tema “Satu Jiwa, Satu Rasa, dari Kulon Progo untuk Indonesia” di HUT ke-75 tahun ini. Satu jiwa mencerminkan semangat kebersamaan. Kita memiliki tujuan sama, menghadirkan Kulon Progo yang semakin maju, sejahtera, berbudaya, dan berkelanjutan. Satu rasa menggambarkan adanya kepedulian dan rasa memiliki terhadap daerah. Sedangkan “dari Kulon Progo untuk Indonesia” menegaskan setiap karya, inovasi, potensi, dan prestasi yang lahir dari Kulon Progo menjadi bagian dari kontribusi daerah bagi bangsa dan negara.
Agung juga menegaskan bahwa Kulon Progo memiliki banyak potensi. Ada sumber daya manusia yang terus berkembang, kekayaan budaya, potensi pertanian, kelautan dan perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, hingga berbagai inovasi masyarakat. Potensi tersebut harus terus kita kembangkan. Kita tidak ingin Kulon Progo hanya menjadi daerah yang memiliki potensi saja, lebih dari itu yang mampu mengolah potensi menjadi kekuatan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Marwanto S.Sos.,M.Si Ketua Bawaslu yang turut hadir di malam tirakatan berharap potensi yang ada di Bumi Menoreh Kulon Progo ke depannya dapat dikelola secara optimal. “Bapak bupati sudah menyampaikan sejumlah potensi yang ada, sayang pada sesi renungan malam ini, narasumber belum mengeksplor lebih jauh dan dalam lagi. Ini menjadi PR kita bersama untuk mengeksplor dan berikhtiar mengoptimalkan potensi yang ada, demi Kulon Progo yang lebib baik”, jelasnya.
Selain itu, Marwanto juga berharap Kulon Progo yang berdiri di atas harmoni, karena bergabungnya dua kerajaan Mataram (wilayah Kasultanan dan Pakualaman), sehingga kontestasi pemilu/pilkada di Bumi Menoreh seringkali lebih landai daripada daerah lain di DIY terus dipertahankan. “Meski begitu pengawasan tetap harus digencarkan untuk menekan potensi pelanggaran, demi terwujud pemilu yang luber jurdil demokratis,” tegas mantan komisioner KPU Kulon Progo dua periode tersebut.
Humas Bawaslu Kulon Progo