Lompat ke isi utama

Berita

Melalui Kelasiwa, Bawaslu Kulon Progo Ajak Pelajar Pahami Kerawanan Pemilu

Dokumentasi

Anggota Bawaslu Kulon Progo, Muh Isnaini Sedang Menyampaikan Materi pada Pengampu Program Kelas Literasi Demokrasi. (Kamis, 29/10/2026)Dokumentasi Humas Bawaslu Kulon Progo

Kulon Progo – Anggota Bawaslu Kulon Progo, Muh. Isnaini, menjadi pemateri dalam kegiatan Kelasiwa (Kelas Literasi Demokrasi bagi Siswa) yang diselenggarakan pada Kamis, 29 Oktober 2026, bertempat di Ruang Media Center Bawaslu Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pendidikan pengawas partisipatif bagi para pelajar yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Bawaslu Kulon Progo. Melalui kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman praktik kerja, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai demokrasi dan pengawasan pemilu.

Kelasiwa menjadi salah satu sarana pembelajaran bagi pelajar untuk memahami peran dan fungsi Bawaslu dalam mengawal proses demokrasi. Selain mempraktikkan teori yang telah diperoleh di sekolah, para siswa juga mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu. Pembekalan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran pelajar untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan pemilu serta turut menjaga proses demokrasi yang jujur dan adil.

Pada edisi kali ini, Kelasiwa mengangkat tema Indeks Kerawanan Pemilu (IKP). Dalam penyampaian materinya, Muh. Isnaini menjelaskan bahwa IKP memiliki peran penting bagi Bawaslu sebagai instrumen untuk mendeteksi potensi kerawanan selama tahapan pemilu. “IKP ini sangat penting bagi Bawaslu, karena kita menjadi instrumen peringatan awal terhadap potensi pelanggaran atau kecurangan selama tahapan pemilu. Selain itu, IKP juga menjadi acuan bagi Bawaslu dalam menyusun strategi pencegahan.” ujarnya.

Dokumentasi

Melalui materi tersebut, para siswa diharapkan dapat memahami bahwa pengawasan pemilu tidak hanya dilakukan ketika pelanggaran terjadi, tetapi juga melalui langkah-langkah pencegahan sejak dini. Pemahaman mengenai IKP menjadi bekal bagi pelajar untuk mengenali berbagai potensi kerawanan yang dapat memengaruhi kualitas penyelenggaraan pemilu. Dengan demikian, kegiatan Kelasiwa diharapkan mampu mendorong terbentuknya generasi muda yang memiliki literasi demokrasi serta kesadaran untuk menjadi pengawas partisipatif di lingkungan masing-masing.

 

Penulis: Ridho