Tindak Lanjuti Rakor DIY, Bawaslu Kulon Progo Gelar “Sinau Bareng” Pematangan P2P
|
KULON PROGO – Dalam rangka menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kulon Progo menggelar kegiatan “Sinau Bareng”, Rabu siang (24/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Meningkatkan Pengawasan Partisipatif Melalui Program Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P)” ini dilaksanakan di Ruang Media Center Bawaslu Kulon Progo mulai pukul 13.00 WIB, dengan melibatkan seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Kulon Progo. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi sangat krusial mengingat adanya perubahan signifikan pada mekanisme P2P di tahun 2026. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan berpusat di tingkat provinsi dengan durasi tiga hari dua malam, maka tahun ini eksekusi P2P didelegasikan penuh secara luring di tingkat kabupaten selama satu hari. Konsekuensinya, manajemen waktu dan metode pendampingan peserta harus dipersiapkan secara sangat matang oleh seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Kulon Progo.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Kulon Progo, Muh Isnaini, menekankan bahwa kegiatan ini penting untuk membedah evaluasi dari wilayah lain yang telah lebih dulu melaksanakan program serupa. Hasil evaluasi tersebut secara khusus menyoroti beberapa kendala di lapangan, seperti adanya peserta yang mundur di detik-detik terakhir serta rendahnya akses awal terhadap platform Learning Management System (LMS). Menyikapi tantangan tersebut, ia meminta agar strategi pendampingan dirancang lebih komprehensif sejak tahapan prapelatihan. "Melalui forum Sinau Bareng ini, kita harus menyusun langkah taktis berdasarkan evaluasi tingkat provinsi kemarin agar peserta yang sudah tersaring dapat kita kawal dengan baik, sehingga mereka aktif mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran mandiri dan memahami setiap materi yang diberikan," urai Muh Isnaini saat memberikan arahan.
Lebih lanjut, Muh Isnaini mengingatkan bahwa keterbatasan waktu pelatihan dari pagi hingga sore menuntut kerja tim yang solid dan tanpa sekat antar-divisi dalam mengawal enam materi inti serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Beliau menggarisbawahi bahwa kesuksesan agenda Pendidikan Pengawas Partisipatif ini merupakan murni tanggung jawab kolektif. "Peserta tidak akan melihat ini sebagai pekerjaan divisi pencegahan saja, sebab kegiatan ini mencerminkan performa dan wajah Bawaslu secara keseluruhan," tegasnya. Merespons arahan tersebut, melalui forum "Sinau Bareng" ini jajaran Bawaslu Kabupaten Kulon Progo langsung memetakan pembagian tugas teknis kepanitiaan secara menyeluruh hingga memastikan kesiapan sarana dan prasarana logistik penunjang. Dengan koordinasi dan persiapan yang solid tersebut, Bawaslu Kulon Progo sangat optimis pelaksanaan P2P pada 9 Juli mendatang dapat berjalan efektif, interaktif, serta sukses mencetak kader pengawas yang berdampak nyata bagi pengawasan pemilu.
Penulis : Taufiq