Lompat ke isi utama

Berita

Wujudkan Lingkungan ASRI, Bawaslu Kulon Progo Ikuti Korve di Pasar Brosot

Dokumentasi

Ketua Bawaslu Kulon Progo mengikuti kegiatan Pembukaan Sebelum Kegiatan Korve Asri di Pasar Brosot Kecamatan Galur. (Jumat, 19/06/2026)DokumentasiHumasBawasluKulonProgo

Kulon Progo - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kulon Progo turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan korve yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo pada Jumat (19/6/2026) pagi. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Pasar Brosot ini mengusung tajuk "Gerakan Kulon Progo ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah)". Dalam aksi ini, jajaran Bawaslu Kabupaten Kulon Progo turun langsung bergotong royong bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi pemerintah lainnya, serta elemen masyarakat setempat. Bagi Bawaslu, keterlibatan ini bukan sekadar pemenuhan agenda kebersihan biasa. Partisipasi tersebut secara langsung diintegrasikan dengan Surat Edaran Bawaslu RI terkait pelaksanaan program "Jumat Sehati" (Jumat Sehat, Tertib, Indah) dan "Jumpa Berlian" (Jumat Pagi Bersihkan Lingkungan Anda). Program dari Bawaslu RI ini bertujuan untuk membudayakan kelestarian lingkungan sekaligus menanamkan nilai-nilai kejujuran dan keteladanan dalam pengawasan demokrasi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kulon Progo, Marwanto, yang turut memimpin langsung jajarannya dalam kegiatan ini, memberikan pandangan filosofis yang mendalam mengenai korelasi antara kebersihan lingkungan dan iklim demokrasi. Menurutnya, kesehatan yang bermula dari kebersihan lingkungan adalah modal dasar bagi berjalannya sistem demokrasi yang baik. "Kebersihan itu identik dengan kesehatan. Menurut pandangan filsuf Jean-Jacques Rousseau, demokrasi itu ibarat buah yang baik, tapi ia hanya dapat dicerna oleh lambung yang sehat. Makna dari lambung yang sehat itu adalah kesiapan masyarakat kita terhadap nilai-nilai kebebasan, keadilan, dan kesetaraan. Ketika lambungnya sehat, maka buah demokrasi tersebut dapat berfungsi dengan baik," ujar Marwanto.

Lebih lanjut, Marwanto menjelaskan bahwa wujud dari 'lambung yang sehat' sangat bergantung pada kesiapan masyarakat. Simbolisasi dari kegiatan membersihkan area publik seperti Pasar Brosot ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran agar masyarakat siap menyongsong kehidupan berdemokrasi yang lebih matang. "Demokrasi hanya dapat dilakukan dengan baik ketika Pemilu berjalan secara Luber Jurdil, dan tentunya harus diiringi dengan adanya pengawasan yang baik juga," tegas Marwanto. Melalui sinergi yang terbangun dalam Gerakan Kulon Progo ASRI dan Jumpa Berlian ini, Bawaslu Kabupaten Kulon Progo berharap nilai-nilai pengawasan partisipatif dapat semakin membumi dan dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat luas.

Humas Bawaslu Kulon Progo