Bawaslu Kulon Progo Gandeng MGMP PKN, Perkuat Pengawasan Partisipatif Melalui Bawaslu Goes to School
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Kulon Progo melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN) pada Selasa, 21 April 2024. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Bu Hartin Wates tersebut dihadiri oleh Balai Pendidikan Menengah dan para guru PKN se- Kulon Progo sebagai mitra strategis dalam penguatan demokrasi. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam memperluas jangkauan edukasi kepemiluan, khususnya kepada pemilih pemula melalui pendekatan pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Kulon Progo menyampaikan sosialisasi terkait kelembagaan pengawas pemilu serta memaparkan program pengawasan partisipatif yang akan dilaksanakan melalui kegiatan Bawaslu Goes to School. Program ini dirancang sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya pengawasan pemilu. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun sinergi antara Bawaslu dengan dunia pendidikan dalam rangka memperkuat nilai-nilai demokrasi di kalangan generasi muda.
Anggota Bawaslu Kabupaten Kulon Progo, Muh Isnaini, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kelembagaan Bawaslu telah mengalami penguatan sejak beberapa tahun terakhir. “Bawaslu Kabupaten sudah menjadi lembaga permanen sejak tahun 2018, dan pada masa pasca tahapan ini memiliki peran strategis untuk mengedukasi pemilih pemula melalui program Bawaslu Goes to School,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pelajar dalam memahami proses demokrasi agar mampu menjadi pengawas partisipatif di lingkungan masing-masing.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sub Bagian Pengawasan Pemilu dan Humas Bawaslu Kabupaten Kulon Progo, Ade Irfan Santosa, menyampaikan bahwa implementasi program akan dilakukan secara langsung ke sekolah-sekolah. “Ke depan, Bawaslu akan turun langsung ke sekolah untuk menyampaikan materi terkait pengawasan partisipatif, sehingga pelajar tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi,” jelasnya. Langkah ini diharapkan dapat membangun budaya pengawasan sejak dini di kalangan pelajar.
Ketua MGMP PKN menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Kulon Progo dan menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi. Ia menilai bahwa program Bawaslu Goes to School sangat relevan dengan pembelajaran PKN yang mengedepankan nilai-nilai demokrasi dan partisipasi warga negara. “Kami menyambut baik kerja sama ini dan siap mendukung pelaksanaan kegiatan di sekolah-sekolah sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan demokrasi,” ungkapnya.
Dalam diskusi yang berlangsung, Bawaslu juga menerima berbagai masukan dari para peserta MGMP PKN terkait teknis pelaksanaan kegiatan ke depan. Salah satu masukan yang disampaikan adalah agar program difokuskan pada pelajar kelas XII, mengingat mereka berada pada tahap akhir pendidikan dan telah memiliki pemahaman yang lebih matang. Selain itu, fokus tersebut juga dinilai sejalan dengan kurikulum yang ada, sehingga materi pengawasan partisipatif dapat lebih mudah diintegrasikan dalam pembelajaran di kelas.
Penulis: Ridho