Tekankan Pentingnya Pengawasan, Bawaslu Kulon Progo Bekali Peserta ToT Pemilos
|
Kulon Progo – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kulon Progo memberikan pembekalan mengenai pengawasan dalam pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) Tahun 2026. Pembekalan tersebut disampaikan dalam kegiatan Training for Trainers (ToT) Pemilos Tahun 2026 yang dilaksanakan secara hybrid di Aula Adikarta Kulon Progo, Kamis (27/8/2026), dan diikuti oleh guru pembina OSIS serta perwakilan pelajar SMP dan SMA/SMK se-Kulon Progo. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., bersama Ketua dan Komisioner KPU Kulon Progo, Anggota Bawaslu Kulon Progo, serta jajaran perwakilan dari Dinas Kominfo, Dinas Dikpora, Balai Dikmen, hingga perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulon Progo.
Dalam sesi penyampaian materi, Komisioner KPU Kulon Progo, Aris Zurkhasanah, S.Pd.I., tampil sebagai narasumber pertama dengan membawakan materi seputar penyelenggaraan e-Pemilos dan pendidikan demokrasi, serta panduan penggunaan modul baru e-Pemilos 2026. Ia menekankan bahwa meskipun secara umum tidak banyak perubahan pada sistem aplikasi e-Pemilos, pihak sekolah tetap diwajibkan untuk tertib mengikuti dan mematuhi seluruh tahapan pelaksanaan Pemilos yang telah ditetapkan.
Selanjutnya, pada materi kedua, Anggota Bawaslu Kulon Progo, Muh. Isnaini, S.TP., M.M., memaparkan materi yang meliputi sejarah singkat pengawasan Pemilu, dasar pembentukan Pengawas Pemilos melalui Surat Edaran Bupati Nomor 400.3/2300/2026, hingga rincian tugas serta wewenang Pengawas Pemilos dan Pengawas TPS. Ia menjelaskan bahwa pengawasan Pemilos merupakan bagian dari proses pembelajaran demokrasi bagi pelajar. Menurutnya, mekanisme pengawasan tidak perlu dibuat rumit, tetapi harus mampu mengenalkan prinsip dasar demokrasi kepada siswa. “Pemilos bukan sekadar memilih ketua OSIS, tetapi menjadi ruang belajar demokrasi bagi siswa. Yang penting adalah mereka memahami bahwa dalam sebuah pemilihan ada aturan yang harus dipatuhi, proses yang harus diawasi, serta nilai kejujuran dan keadilan yang harus dijaga,” ujar Muh. Isnaini.
Sebagai pemateri ketiga, Kepala Kesbangpol Kulon Progo, Pratiwi Ngasaratun, S.IP., S.Psi., M.Sc., memberikan penjelasan mengenai pentingnya penguatan pendidikan demokrasi dan kepemimpinan di kalangan pelajar melalui ajang Pemilos. Ia memaparkan bahwa tujuan utama Pemilos adalah untuk membangun kesadaran berdemokrasi. Lebih dari sekadar tentang menang atau kalah, kegiatan ini menjadi sarana nyata bagi siswa untuk mengasah integritas, membentuk karakter pemimpin yang baik, melatih literasi serta etika, sekaligus menjadi langkah awal dalam mempersiapkan para pelajar sebagai pemilih pemula.
Melalui kegiatan ToT tersebut, Bawaslu berharap para peserta dapat memahami mekanisme pengawasan Pemilos dan meneruskannya kepada siswa di sekolah masing-masing. Pemilos diharapkan tidak hanya menjadi sarana memilih ketua OSIS, tetapi juga menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar menerapkan nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan integritas dalam proses demokrasi.
Humas Bawaslu Kulon Progo