Gelar Tasyakuran HUT ke-7, Bawaslu Kulon Progo Luncurkan Buku Antologi Puisi Pemilu dan Demokrasi
|
Kulon Progo - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-7 Bawaslu Kabupaten Kulon Progo dan peringatan 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Bawaslu Kabupaten Kulon Progo bekerja sama dengan komunitas Sastra-KU menggelar tasyakuran. Tasyakuran digelar pada Jum'at, 15 Agustus 2025 di Kantor Bawaslu Kabupaten Kulon Progo. Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu DIY, Agung Nugroho, Ketua KPU Kulon Progo, Budi Priyana, Ketua Bawaslu Kulon Progo periode 2018-2023, Ria Harlinawati, Anggota Bawaslu Kulon Progo periode 2018-2023, Wagiman, Suharyana dari Bakesbangpol Kabupaten Kulon Progo, serta pengurus komunitas Sastra-KU.
Puncak acara tasyakuran HUT ke-7 Bawaslu Kabupaten Kulon Progo dilakukan dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Kulon Progo. Selanjutnya dilakukan peluncuran buku Antologi Puisi dengan tema Pemilu dan Demokrasi. Buku antologi puisi pemilu dan demokrasi merupakan buku kumpulan puisi dari para penyair yang berasal dari seluruh Indonesia bahkan ada yang dari Malaysia dan Belgia. Penyusunan buku tersebut telah dimulai sejak pertengahan Juli dan mencapai puncaknya tepat pada peringatan HUT ke-7 Bawaslu Kabupaten Kulon Progo.
Agung Nugroho, dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi kepada Bawaslu Kabupaten Kulon Progo yang mampu mengemas acara peringatan ulang tahun menjadi sesuatu yang berbeda. “Saya pikir pengawasan pemilu dengan dunia sastra adalah sesuatu yang sangat jauh berbeda, namun Bawaslu Kabupaten Kulon Progo mampu menyatukan dua hal tersebut menjadi sesuatu yang sangat menarik. Biasanya kita disajikan pengawasan, kajian hukum, dan FGD, namun hari ini kita menyaksikan pengawasan pemilu dalam bentuk lain, yaitu karya sastra puisi” ucapnya.
Ketua Bawaslu Kabupaten Kulon Progo, Marwanto, menjelaskan bahwa tema peringatan HUT ke-7 Bawaslu Kabupaten Kulon Progo adalah Konsisten Mengawal Demokrasi, yang artinya sampai dengan usia yang ke-7 ini Bawaslu Kabupaten Kulon Progo tidak sedikitpun mengendurkan semangat untuk mengawal demokrasi. Meskipun saat ini tidak sedang ada tahapan pemilu, namun tetap berupaya untuk membumikan pengawasan pemilu salah satunya adalah dengan menggelar lomba cipta puisi dengan tema pemilu dan demokrasi. “Buku antologi puisi pemilu dan demokrasi ini merupakan ungkapan hati dari masyarakat tentang bagaimana mereka selama ini memandang pemilu dan demokrasi. Tentu saja ini menjadi perspektif lain bagi kita dalam upaya meningkatkan pengawasan pemilu di masa yang akan datang.” terang Marwanto.
Selain peluncuran buku antologi puisi pemilu dan demokrasi, dalam acara tersebut juga diumumkan 3 puisi favorit dan 5 puisi terbaik dalam lomba cipta puisi pemilu dan demokrasi Kabupaten Kulon Progo. Berdasarkan hasil dari kurasi yang telah dilakukan oleh dewan juri, terpilih 3 puisi favorit yaitu:
Lala dan Langkah Bapak karya Riliana dari Kulon Progo
Aku dan Amplop Putih karya Hendri Sulistya Kulon Progo
Di Day Demokrasi karya Ika Zardy Saleha Kulon Progo
Sedangkan untuk 5 puisi terbaik yaitu:
Pada Pemilu karya Naning Scheid dari Brussel, Belgia
Kitab Suara karya Ayi Jufridar dari Lhokseumawe, Aceh
Demokrasi yang Duduk di Warung Kopi karya Nurul Nadifa Rachmah dari Banyuwangi, Jawa Timur
Tak ada Tanggal Merah Untuk Kami karya Eddy Pranata PNP dari Banyumas, Jawa Tengah
Di Ujung Kertas Suara karya Aprianus Putrason Niron dari Malaka, Nusa Tenggara Timur
Selain mengumumkan puisi favorit dan puisi terbaik, dalam acara tersebut juga ditampilkan musikalisasi dan pembacaan puisi dari penyair yang bisa hadir langsung di Bawaslu Kabupaten Kulon Progo.
Penulis : RP
Editor: Tim Humas Bawaslu KP